Koleksi Rizal Ciee Rezpector

Selasa, 13 Desember 2011

Malang City Hardcore

Seorang tokoh hardcore lokal yang cukup veteran coba menuliskan esai ringan tentang konsepsi idiom MCHC alias Malang City Hardcore. Slogan populer yang mustinya jadi pemantik api semangat untuk selalu eksis dan berjuang. Frontman band Today Is Struggle ini siap berbagi wacana, kebanggaan dan semangat dalam upaya membangun scene lokal yang mungkin akan lebih menggairahkan!…

Malang City Hardcore atau yang biasa dikenal dengan MCHC adalah sebuah istilah untuk komunitas hardcore di kota Malang. Sekitar tiga tahun yang lalu istilah ini demikian populer. Malang City Hardcore sempat jadi idiom terkenal dan jadi penanda bagi daerah mana band hardcore tersebut berasal. Apakah pada tulisan ini akan saya kemukakan tentang memori tersebut?? Oh tidak, sama sekali tidak! Pada tulisan ini tidak akan saya kemukakan tentang memori tentang majunya sebuah [kalau saya boleh menyebutnya] kebesaran komunitas hardcore di kota Malang yang terjadi 2-3 tahun yang lalu. Di sini saya hanya akan kemukakan tentang rujukan kita untuk memakai istilah Malang City Hardcore. Apakah kiranya istilah itu sudah layak digunakan di kota Malang yang tercinta ini?!…

Istilah semacam MCHC tentu sudah pernah kita ketahui bersama kalau di Amerika sana juga ada NYHC dan Boston Hardcore. Di eropa juga ada Europe Hardcore yang terkenal dengan H8000-nya. Namun di setiap scene istilah tersebut selain sebagai penanda daerah, juga bisa jadi penanda dari jenis musik, karakter sound, serta isu lirik yang mereka usung. Jika NYHC dengan Biohazard, Beastie Boys, Madball hingga Warzone adalah karakter musik yang biasanya khas tercampuri oleh unsur dari musik daerah setempat seperti hip-hop dan reggae. Demikian pula Boston Hardcore cenderung dengan musik oldschool yang memiliki karakher vokal lebih berteriak daripada menyanyi, plus isu-isu tentang straight edge yang lebih militan. Sementara H8000 mengusung musik hardcore yang sangat metal. Bahkan ada yang dicampuri unsur blackmetal. Liriknya sendiri mengusung tema yang lebih dari sekedar straight edge. Sebab mereka juga kerap berbicara tentang animal right atau veganisme. Bahkan mengangkat isu yang sempat ramai di eropa waktu itu yakni GodFreeYouth, sebuah idiom bagi komunitas yang tidak menyakini akan adanya Tuhan!!

Kembali pada pembicaraan tema semula. Dari ketiga contoh di atas dapat dilihat bahwa istilah tersebut selain sebagai penanda daerah asal band atau komunitas, juga menggambarkan suatu karakter musik, sound dan tema lirik yang khas. Nah, sudahkah di kota Malang ini tercipta sebuah musik hardcore yang sedemikian khas ala Malang?! Yang setidaknya jika ada orang yang mendengarkan musiknya saja sudah bisa menyimpulkan, ”Oh, ini pasti dari Malang!”

Apakah idiom semacam itu bersifat sebuah kebangaan semu akan daerahnya sendiri? Seperti halnya sebuah chauvisme yang sangat membabi-buta dan merendahkan daerah lain? Akh, saya kira tidaklah demikian adanya. Jika di Indonesia idiom-idiom semacam itu mungkin lebih kepada informasi daerah asal band atau komunitas yang bersangkutan. Seperti halnya MCHC [Malang], SBHC [Surabaya], YKHC [Yogyakarta], Jakarta Hardcore, Bekasi Hardcore, Bali Hardcore, Bandung Harcdore dan daerah lainya.

Lalu apakah tulisan ini sebagai antitesa terhadap idiom-idiom tersebut?! Ouw, jangan salah, karena saya justru sepakat dengan idiom-idiom tersebut. Hal itu bukanlah sebuah chauvisme sempit sebagaimana yang pernah dikhawatirkan teman saya. Bukan juga sebuah kebanggaan semu. Melainkan sekedar informasi daerah dan akhirnya sebuah semangat untuk membangun komunitas atau scene yang lebih kuat. Konsep ini menurut saya memang harusnya dimulai dari daerah kita masing-masing. Untuk kemudian memulai kerjasama dan menjalin kontak dengan daerah lain – baik itu secara personal, band, hingga komunitas. Dari situlah kita bisa menjalin sebuah friendship dan brotherhood. So proud to your city, build your scene, respect other scenes, Indonesian hardcore unites!…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar